Headline

Recent Posts

(SUSANTO SANTAWI) NIM : 20082299 SEMESTER VII (EKSEKUTIF) SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT) AL-KHAIRIYAH CILEGON

Senin, 05 Januari 2015

SUSANTO SANTAWI

MEMAKNAI KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN



BAB I
PENDAHULUAN

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang di gunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan  penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Pengembangan kurikulum yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidkan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan.
Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu standar isi (SI) dan standar kompetensi lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidkan dalam mengembangkan kurikulum.
Panduan pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk:
1.      belajar untuk beriman kepada Tuhan yang maha Esa,
2.      belajar untuk memahami dan menghayati,
3.      belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
4.      belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
5.      belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.



















BAB II
MEMAKNAI KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN
1. Sekilas Tentang Kurikulum
A.      Pengertian Kurikulum
 Terdapat delapan definisi kurikulum menurut beberapa ahli, yaitu :
a.           Kurikulum adalah kelompok pengajaran yang sistematik atau urutan subjek yang dipersyaratkan untuk lulus atau sertifikasi dalam pelajaran mayor, misalnya kurikulum pelajaran sosial, kurikulum pendidikan fisika (Carter V. Good dalam Oliva, 191:6)
b.          Kurikulum adalah seluruh pengalaman siswa di bawah bimbingan guru ( Hollis L. Caswell and Doak S. Campbell dalam Oliva, 1991:6)
c.           Kurikulum adalah sebagai sebuah perencanaan untuk memperbaiki seperangkat pembelajaran untuk seseorang agar menjadi terdidik (J. Galen Saylor, William M. Alexander, and arthur J. Lewis dalam Oliva 1991:6)
d.          Kurikulum pada umumnya berisi pernyataan tujuan dan tujuan khusus, menunjukkan seleksi dan organisasi konten, mengimplikasikan dan meanifestasikan pola belajar mengajar tertentu, karena tujuan menuntut mereka atau karena organisasi konten mempersyaratkannya. Pada akhirnya, termasuk di dalamnya program evaluasi outcome (Hilda Taba dalam Oliva, 1991:6)
e.           Kurikulum sekolah adalah konten dan proses formal maupun non formal di mana pebelajar memperoleh pengetahuan dan pemahaman, perkembangan skil, perubahan tingkah laku, apresiasi, dan nilai-nilai di bawah bantuan sekolah (Ronald C. Doll dalam Oliva, 1991:7)
f.           Kurikulum adalah rekonstruksi dari pengetahuan dan pengalaman secara sistematik yang dikembangkan sekolah (atau perguruan tinggi), agar dapat pebelajar meningkatkan pengetahuan dan pengalamannnya (Danniel Tanner and Laurel N. Tanner dalam Oliva, 1991:7)
g.          Kurikulum dalam program pendidikan dibagi menjadi empat elemen yaitu program belajar, program pengalaman, program pelayanan, dan kurikulum tersembunyi (Abert I. Oliver dalam Oliva, 1991:7).
h.          Kurikulum mengandung konten (suject matter), pernyataan tujuan (terminal objective), urutan konten, pre-asesmen dari entri skil yang dipersyaratkan pada siswa ketika mulai belajar konten (Roert M. Gagne dalam Oliva, 1991:7).
Dari beberapa definisi di atas, penulis menyimpulkan definisi kurikulum adalah sebagai berikut:
Kurikulum adalah seperangkat perencanaan pengajaran yang sistematik yang berisi pernyataan tujuan, organisasi konten, organisasi pengalaman belajar, program pelayanan, pola belajar mengajar, dan program evaluasi agar pebelajar dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dan perubahan tingkah laku. 
2. Sekilas Tentang Pendidikan
Pada era globalisasi dewasa ini pendidikan menjadi sangat penting. Bila pendidikan suatu masyarakat berkembang dengan baik, maka tidak dapat di pungkiri lagi masyarakat tersebut akan semakin berkualitas dan mampu bersaing terhadap kompetisi yang semakin hari semakin ketat dan keras dalam berbagai sudut aktivitas kehidupan. Dalam situasi dan kondisi semacam ini maka sumber daya manusia yang berkualitas mampu menghadapi persaingan dalam aktivitas kehidupan. Pada dasarnya kualitas sumber daya manusia menjadi peran utama dalam menentukan aktivitas dalam berbagai sektor pembangunan baik pembangunan fisik maupun non-fisik.
Banyak sekali definisi dari para tokoh tentang pendidikan namun dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar oleh orang dewasa/pendidik untuk membawa anak/peserta didik menuju kedewasaan melalui proses bimbingan yang dilakukan secara teratur dan sistematis.
Secara nasional pendidikan di rumuskan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
3. Kedudukan Kurikulum  Dalam Pendidikan
Kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan dalam suatu sistem pendidikan, karena itu kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan tingkat pendidikan.
Tujuan pendidikan di suatu bangsa atau negara  di tentukan oleh falsafah dan pandangan hidup bangsa atau negara tersebut. Berbedanya falsafah dan pandangan hidup bangsa atau negara menyebabkan berbeda pula tujuan yang hendak dicapai dalam pendidikan tersebut dan sekaligus akan berpengaruh pula terhadap negara tersebut. Begitu pula perubahan politik pemerintahan suatu negara mempengaruhi pula bidang pendidikan, yang sering membawa akibat terjadinya perubahan kurikulum yang berlaku.
Dengan demikian kurikulum senantiasa bersifat dinamis guna lebih menyesuaikan dengan berbagai perkembangan yang terjadi. setiap pendidik harus memahami perkembangan kurikulum, karena merupakan suatu formulasi pedagogis yang paling penting dalam konteks pendidikan, dalam kurikulum akan tergambar bagaimana usaha yang dilakukan membantu siswa dalam mengembangkan potensinya, berupa fisik, intelektual, emosional, dan sosial, keagamaan dan sebagainya.
Dengan memahami kurikulum, para pendidik dapat memilih dan menentukan tujuan pembelajaran, metode, teknik, media pengajaran dan alat evaluasi pengajaran yang sesuai dan tepat. Untuk itu dalam melakukan kajian terhadap keberhasilan sistem pendidikan ditentukan oleh tujuan yang realistis. Dapat diterima oleh semua pihak, sarana, dan organisasi yang baik, intensitas pekerjaan yang realistis tinggi dan kurikulum yang tepat guna. Oleh karena itu sudah sewajarnya para pendidik dan tenaga kependidikan bidang pendidikan islam memahami kurikulum serta berusaha mengembannnya.
Dalam dunia pendidikan kurikulum sangat memegang  kedudukan penting halini adanya saling keterkaitan antara pendidikan dan kurikulum  khususnya antara teori-teori pendidikan yang berkembang dengan kurikulum yang dikembangkan.
Seiring dengan perkembangan masyarakat modern, pendidikan lebih banyak diselenggarakan pada lembaga-lembaga pendidikan formal dalam bentuk sekolah. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah memiliki kelebihan antara lain: sekolah lebih memiliki keluasan untuk memberikan isi pendidikan tidak hanya sebatas pemberian dan pembentukan nilai-nilai moral akan tercapai juga memberikan pengetahuan dan sekolah juga dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih luas dan lebih tinggi serta lebih mendalam dibandingkan  keluarga.
Berkembangnya pendidikan formal dalam bentuk lembaga pendidikan sekolah menuntut adanya kurikulum yang dirancang dan dikembangkan secara tertulis. Dan pada akhirnya kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan pendidikan khususnya pendidikan formal di sekolah. Dengan adanya kurikulum maka guru maupun siswa memiliki arah dan pedoman untuk melakukan kegiatan pendidikan, pengajaran dan pembelajaran di lembaga pendidikan di sekolah, mulai dari materi pelajaran yang harus diberikan, program dan rencana pembelajaran yang harus di buat, kegiatan dan pengalaman belajar yang harus dilakukan dan penilaian terhadap pendidikan yang telah dilaksanakan dalam bentuk hasil belajar yang dicapai oleh siswa.
Kurikulim dan teori pendidikan memiliki keterkaitan erat antara satu dengan yang lainnya. Keterkaitan ini terutama dalam merancang dan mengembangkan kurikulum yang didasarkan pada teori-teori pendidikan tertentu. Untuk mellihat keterkaitan antara kurikulum dan teori pendidikan dapat dilihat uraian berikut.
Salah satu teori pendidikan yang berkembang adalah teori klasik, yang berasumsikan bahwa pendidikan berfungsi mewariskan budaya dari generasi terdahulu kepada generasi berikutnya berupa pengetahuan, ide-ide atau nilai-nilai yangh ditemukan oleh para ahli pikir pada masa lampau. Berdasarkan teori ini maka pengembang kurikulum harus memilih dan menyajikan pengetahuan, ide-ide serta nilai-nilai dalam kurikulum yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik dengan berorientasi kepada pengetahuan, nilai-nilai serta ide-ide dimasa lampau untuk dikembangkan dimasa yang akan datang yang disusun secara logis dan sistematis tanpa melibatkan siswa guru dan siswa.
Begitu juga dengan teori pendidikan intruksional yang memandang manusia sebagai mahluk sosial. Sebagai mahluk sosial manusia saling ketergantungan antara yang satu dengan yang lainnya untuk selalu hidup bersama, saling berinteraksi dan bekerjasama. Dengan hidup bersama saling berinteraksi dan bekerjasama maka manusia dapat hidup dan berkembang serta memenuhi kebutuhan hidup.
Kurikulum yang dikembangkan berdasarkan teori interaksional ditekankan pada isi maupun proses pendidikan sekaligus. Dalam kegiatan pembelajara siswa lebih diarahkan untuk belajar secara kelompok yang memungkinkan terjadinya interaksi dan kerjasama antar siswa, maupun antara siswa dengan guru. Dan penilaian yang dilakukan oleh guru dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung.
Dalam perkembangan kurikulum pendidikan  modern sekarang penyusunan kurikulumn tidak hanya terpaku pada salah satu teori pendidika saja, seperti yang telah dicontohkan akan tetapi memperhatikan seluruh teori-teori pendidikan yang berkembang dari dulu hingga sekarang.




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dalam dunia pendidikan kurikulum sangat memegang  kedudukan penting halini adanya saling keterkaitan antara pendidikan dan kurikulum  khususnya antara teori-teori pendidikan yang berkembang dengan kurikulum yang dikembangkan. Seiring dengan perkembangan masyarakat modern, pendidikan lebih banyak diselenggarakan pada lembaga-lembaga pendidikan formal dalam bentuk sekolah. Penyelenggaraan pendidikan di sekolah memiliki kelebihan antara lain: sekolah lebih memiliki keluasan untuk memberikan isi pendidikan tidak hanya sebatas pemberian dan pembentukan nilai-nilai moral akan tercapai juga memberikan pengetahuan dan sekolah juga dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang lebih luas dan lebih tinggi serta lebih mendalam dibandingkan  keluarga.Berkembangnya pendidikan formal dalam bentuk lembaga pendidikan sekolah menuntut adanya kurikulum yang dirancang dan dikembangkan secara tertulis. Dan pada akhirnya kurikulum merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kegiatan pendidikan khususnya pendidikan formal di sekolah. Dengan adanya kurikulum maka guru maupun siswa memiliki arah dan pedoman untuk melakukan kegiatan pendidikan, pengajaran dan pembelajaran di lembaga pendidikan di sekolah, mulai dari materi pelajaran yang harus diberikan, program dan rencana pembelajaran yang harus di buat, kegiatan dan pengalaman belajar yang harus dilakukan dan penilaian terhadap pendidikan yang telah dilaksanakan dalam bentuk hasil belajar yang dicapai oleh siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Ramayulis. 2008, Ilmu Pendidikan Islam, Kalam Mulia, Padang.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2007, Pengembangan Kurikulum Teori Dan Praktek, Rosda Karya,Bandung.
Syah Darwan DKK. 2006, Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam, Faza Media, Jakarta.

















KATA PENGANTAR


Puji syukur atas kehadiran Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat, hidayah dan nikmatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Penulisan Makalah dengan judul “MEMAKNAI KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN
Penulisan Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Pengembangan Kurikulum di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) AL-Khairiyah. Dalam Penyusunan makalah ini, Penulis telah banyak mendapatkan bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak
Dalam penulisan makalah ini kami sadari masih terdapat kekurangan dan kesalahan oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat diperlukan untuk mengkoreksi kesalahan yang ada. Semoga pengetahuan ini dapat bermanfaat bagi kita semua, Khususnya dalam dunia ilmu pengetahuan, dan pembaca pada umumnya.




Cilegon,     April 2010



Penyusun





 

DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR ......................................................................................... i   
DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii
BAB I      
PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
BAB II
MEMAKNAI KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN  3
1. Sekilas Tentang Kurikulum.............................................................        3
2. Sekilas Tentang Pendidikan .............................................................      4
3. Kedudukan Kurikulum Dalam Pendidikan .....................................      5
BAB III
PENUTUP...............................................................................................    9
A. Kesimpulan  ......................................................................................     9
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................    10

 

 

 

 

 

 

 

"MEMAKNAI KEDUDUKAN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN "


Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah
"Pengembangan Kurikulum"












Disusun Oleh :
1.     SUGIANTO
NPM: 2161 2008




PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) / S 1
SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT)

 
AL-KHAIRIYAH
2010

Subscribe to this Blog via Email :
Previous
Next Post »