Headline

Recent Posts

(SUSANTO SANTAWI) NIM : 20082299 SEMESTER VII (EKSEKUTIF) SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT) AL-KHAIRIYAH CILEGON

Kamis, 30 September 2010

SUSANTO SANTAWI

ayat-ayat gender

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Karena atas curahan nikmatnya penulis bisa menyelesaikan penyusunan Makalah ini. Di mana Makalah ini diajukan sebagai salah satu tugas pada mata kuliah HADIS TARBAWI di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Citangkil-Cilegon. Dengan judul ”AKHLAK KEPADA SESAMAM MANUSIA" Dan dengan selesainya penyusunan makalah ini, penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu.
Dalam penulisan Makalah ini disadari bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan terutama dalam bidang isi dan sistematika penulisannya. Untuk itu tegur sapa dan koreksi serta saran yang bersifat membangun dari para pembaca demi kesempurnaan Makalah ini sangat di butuhkan.

Cilegon 5 Juni 2010

Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………. i
DAFTAR ISI……….………………………………………………… ii
BAB I ……………………………………………………….. 1
PENDAHULUAN…………………………………………... 1
A. Latar belakang masalah ……………………………… 1
BAB II………………………………………………………. 2
AYAT-AYAT GENDER ………………………………… 2
1. WANITA DALAM PANDANGAN ISLAM…………………… 2
2. PENGERTIAN GENDER DAN SEX ………………………….. 2
3. WANITA BARAT ……………………………………………… 3
4. ASAL USUL PENCIPTAAN MANUSIA ……………………… 4
5. HARAM LAKI-LAKI MENYERUPAI PEREMPUAN DAN SEBALIKNYA …………………………………………………. 6
BAB III……………………………………………………… 7
PENUTUP…………………………………………………… 7
A. KESIMPULAN SARAN ………………………………………. 7
B. SARAN ………………………………………………………... 7
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………. 8
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Karena atas curahan nikmatnya penulis bisa menyelesaikan penyusunan Makalah ini. Di mana Makalah ini diajukan sebagai salah satu tugas pada mata kuliah HADIS TARBAWI di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Khairiyah Citangkil-Cilegon. Dengan judul ”AKHLAK KEPADA SESAMA MANUSIA" Dan dengan selesainya penyusunan makalah ini, penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu.
Dalam penulisan Makalah ini disadari bahwa masih banyak kekurangan dan kelemahan terutama dalam bidang isi dan sistematika penulisannya. Untuk itu tegur sapa dan koreksi serta saran yang bersifat membangun dari para pembaca demi kesempurnaan Makalah ini sangat di butuhkan.


Cilegon 5 Juni 2010

Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………. i
DAFTAR ISI……….………………………………………………… ii
BAB I ……………………………………………………….. 1
PENDAHULUAN…………………………………………... 1
BAB II………………………………………………………. 2
AKHLAK KEPEDA SESAMA MANUSIA....……………… 2
A.Akhlak terhadap orang tua ...........................…………………… 2
B. Akhlak terhadap tetangga....................………………………….. 6
C. Akhlak terhadap sesama muslim…....…………………………… 9
D. Akhlak terhadap Non muslim. …………………..……………… 10
BAB III……………………………………………………… 12
KESIMPULAN …………………………………………… 12
DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………. 13



BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Membicarakan Kaum Perempuan dan Kedudukannya Dalam Kehidupan social tentulah menarik. Apalagi dalam masyarakat yang secara umum bersifat patrilineal ( memuliakan kaum laki-laki dalam semua aspek kehidupan).
Memang tidak selamanya kekerasan dan ketidak adilan gender di lakukan oleh laki-laki terhadap perempuan, melainkan bisa juga terjadi antar perempuan terhadap laki-laki. Namun karena umumnya yang terjadi di masyarakat yang menjadi korban kekerasan adalah kaum perempuan maka pandangan mengarah kepada pihak laki-laki yang selalu ingin menguasai semua aspek kehidupan termasuk masalah keadilan.
Dan ketika alat analisa gender dalam ilmu-ilmu sosial di temukan, barulah terasa ada ketidak beresan dalam keseharian hidup kita. Contohnya, hampir semua ulama fiqih pada periode awal telah lengah dalam menfsirkan ayat-ayat gender dalam Al-qur'an, akibatnya, tidak heran hukum islam banyak menghadapi serangan gencar di abad moderen, dengan tuduhan telah menindas kaum perempuan dan menjadikannya sebagai anggota masyarakat kelas dua.
Di lain pihak kita sendiri cenderung menganggap benar atau paling tidak menganggap biasa dengan hal itu. Seperti pandangan bahwa akal perempuan hanya setengah kemampuan akal laki-laki. Tidak heran kalau kaum perempuan cenderung bertindak emosional. Dan mengenai emosional ini Allah menyatakan bahwa "sesungguhnya jiwa itu betul-betul mendorong kepada kejelekan". Jadi sangatlah logis kalau mereka tidak di bebani dan tidak boleh di beri tanggung jawab di luar batas kemampuan kodrati itu. Sehingga banyak kaum perempuan menjadikan alasan ketidak mampuan dirinya terhadap sesuatu hal, bahkan mereka menjadikan ayat-ayat tesebut untuk menjustifikasikan ketidakmampuan diri dan berprilaku bak Cinderella yang hanya bisa di lindungi, di tolong, di jaga dan di perhatikan.

BAB II
AYAT-AYAT GENDER
1. WANITA DALAM PANDANGAN ISLAM
Alqur-an telah membahas berbagai masalah kewanitaan pada lebih dari 10 surah.Di antaranya, adalah dua surah yang di kenal salah satunya dengan sebutan Suratun Nisail Kubra, sedang lainnya adalah Suratun Nisaih Shugra, yang keduanya itu,adalah An-Nisa' dan Ath-Thalaq.
Perhatian tersebut menunjukakkan atas kedudukan, yang selayaknya seorang wanita di tempatkan menurut pandangan islam satu kedudukan yang tidak pernah dimiliki oleh wanita-wanita lain di dalam agama samawi terdahulu, tidak pula didalam kelompok masyarakat manusia yang diatur oleh sesama mereka dengan meletakkan perundang-undangan dan peraturan-peraturan tersendiri. Namun demikian, masih banyak orang yang berbicara tentang kedudukan wanita dalam islam. Mereka pun menuduh, bahwa islam telah memperkosa hak wanita, menurunkan derajatnya dan menjadikannya sebagai barang mainan laki-laki, dimana mereka boleh bertindak sewenang-wenang terhadap wanita, kapanpun dan dalam bentuk apapun. Padahal Al-qur'an telah menyatakan:

"Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf".(Al-baqoroh : 228).

2. PENGERTIAN GENDER DAN SEX
Istilah Gender berbeda dengan jenis kelamin (sex). Gender adalah pembagian lelaki dengan perempuan yang dibentuk secara social maupun cultural. Sedangkan jenis kelamin (sex) lebih merupakan jenis kelamin yang di tentukan secara biologis atau ketentuan Tuhan.
Sebelum mengkaji lebih jauh, perlu kiranya mendefinisikan perempuan dalam islam. Allah telah mendefinisikan perempuan dan juga laki-laki dalam dua persepektif yang berbeda: yang pertama dalam persepektif sebagai makhluk hidup secara fisiologis, dan yang kedua dalam persepektif sebagai manusia yang berlogika dan mempunyai kesadaran.
a. Pandangan Al-qur'an terhadap dua persepektif di atas
Dalam persepektif yang pertama, Allah SWT berfirman:

"Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan".(Q.S AN-Najm :45)

Dalam persepektif ini, manusia tidak berbeda dengan makhluk lain. Perempuan termasuk dari golongan manusia, sedangkan betina berasal dari golonga hewan. Begitu juga laki-laki tidak berbeda dengan hewan jantan.
Sedangkan dalam persepektif yang kedua, Allah swt berfirmaN:

"Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan".(AL-Isra':70)

Maka. Allah telah memuliakan semua jenis manusia dengan nilai-nilai kemanusiaannya, Allah tidak melebihkan salah satu jenis dari jenis yang lain, kecuali dengan kualitas amal-perbuatannya sebagai standar penilaian. Berarti, kaum perempuan mempunya derajat yang sama dengan laki-laki. Ia juga mempunyai hak yang sama dengan kaum laki-laki dalam menyalurkan keinginan dan aspirasinya, selama situasinya memungkinkan.



3. WANITA BARAT
Pada hakikatnya, Islam telah memberikan segala kebaikan bagi wanita dan membentenginya dari segala kejahatan. Islam juga tidak pernah mencegah wanita, kecuali dari dorongan-dorongan peradaban palsu berupa kebebasan yang telah menjadiakan wanita-wanita barat jika mereka mau berpaling pada hati nurani kemanusiaanya. Jika wanita tetap berada dalam kesadaran, mereka akan mengetahui, bahwa tidak ada yang akan menyelamatkan dan memelihara kehormatan serta hak-hak mereka, kecuali ajaran-ajaran Tuhan ini, yang oleh musuh-musuh agama dan kaum muslimin yang mengikuti jejak mereka, telah di anggap sebagai rantai dan belenggu yang mencekik leher kaum wanita dan perintang bagi mereka untuk menikmati hak-hak atas kehidupan di muka bumi.

4. ASAL USUL PENCIPTAAN MANUSIA
Al-qur'an telah menjadikan wanita sebagai partner laki-laki, dan dari berkumpulnya keduanya inilah tercipta suku-suku dan bangsa-bangsa yang banyak, dan digolongkanlah masing-masing menjadi laki-laki dan wanita.
Apabila di tinjau dari sisi kemanusiaan, tidak ada kelebihan antara laki-laki dan wanita. Sedangkan kelebihan itu ada di sebabkan kemampuan yang di peroleh seseorang dalam upaya mencapai tingkatan yang lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan firman Allah swt :

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu".(Q.S AN-NISA:1)
Serta terdapat dalam Q.S Al-hujurot :13

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".
Karena ada kebersamaan hidup dalam unsur-unsur kemanusiaan tadi, maka seorang laki-laki di sebut bapak dan seorang wanita di sebut ibu. Pengajaran Al-qur'an telah menempatkan keduanya pada tempat terhormat dan mulia. Sedang wasiat yang banyak, adalah pengaruh dari asal pembentukan manusia yang telah di tetapkan dalam Al-qur'an. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S AL-Isra':23


"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia".




5. HARAM LAKI-LAKI MENYERUPAI PEREMPUAN DAN SEBALIKNYA

Dalam abad yang sudah tercampur aduknya antara kebatilan dan kebenaran, sehinnga percampuran antara kebiasaan dalam penyerupaan perbuatan antara laki-laki dan wanitapun tidak dapat di hindarkan lagi.
Padahal Nabi Muhammad Saw telah menjelaskan tentang keharaman laki-laki menyerupai perempuan dan begitu juga sebaliknya,


عن ا بن عبا س ر ضي ا لله عنهما قا ل: لعن ر سو ل ا لله ص م ز ا لمخنثين من ا لر جا ل , ومتر جلا ت من النسا ء, و في ر و ا ية : : لعن ر سو ل ا لله ص م ا لمتشبهين من ا لر جا ل با النسا ء, و لمتشبها ت من النسا ء با ا لر جا ل , ر وا ه ا لبجر ئ
."Dari Ibnu 'Abbas ra berkata: "Rasulullah saw, mengutuk orang-orang lelaki yang meneyrupai perempuan, dan orang-orang perempuan yang meneyerupai orang-orang lelaki, dalam riwayat lain dikatakan: "Rasulullah saw, mengutuk orang-orang lelaki meniru orang-orang perempuan dan orang-orang perempuan yang meniru orang-orang lelaki". (H.R Bukhari).









BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Alqur-an telah membahas berbagai masalah kewanitaan pada lebih dari 10 surah.Di antaranya, adalah dua surah yang di kenal salah satunya dengan sebutan Suratun Nisail Kubra, sedang lainnya adalah Suratun Nisaih Shugra, yang keduanya itu,adalah An-Nisa' dan Ath-Thalaq.
Gender adalah pembagian lelaki dengan perempuan yang dibentuk secara social maupun cultural. Sedangkan jenis kelamin (sex) lebih merupakan jenis kelamin yang di tentukan secara biologis atau ketentuan Tuhan.
Allah telah mendefinisikan perempuan dan juga laki-laki dalam dua persepektif yang berbeda: yang pertama dalam persepektif sebagai makhluk hidup secara fisiologis, dan yang kedua dalam persepektif sebagai manusia yang berlogika dan mempunyai kesadaran.
Pada hakikatnya, Islam telah memberikan segala kebaikan bagi wanita dan membentenginya dari segala kejahatan
Jika wanita tetap berada dalam kesadaran, mereka akan mengetahui, bahwa tidak ada yang akan menyelamatkan dan memelihara kehormatan serta hak-hak mereka, kecuali ajaran-ajaran Tuhan ini, yang oleh musuh-musuh agama dan kaum muslimin yang mengikuti jejak mereka, telah di anggap sebagai rantai dan belenggu yang mencekik leher kaum wanita dan perintang bagi mereka untuk menikmati hak-hak atas kehidupan di muka bumi.
Apabila di tinjau dari sisi kemanusiaan, tidak ada kelebihan antara laki-laki dan wanita. Sedangkan kelebihan itu ada di sebabkan kemampuan yang di peroleh seseorang dalam upaya mencapai tingkatan yang lebih tinggi
B. SARAN
Demikian penyusunan makalah ini semoga bermanfaat, dan kami sadar akan kekurangan yang ada, maka perbanyaklah dalam membaca buku-buku lain yang sekiranya berkaitan dengan masalah yang sedang kami bahas ini.
DAFTAR PUSTAKA
Mahmud, Saltut. Prof. Dr. Islam Aqidah Dan Syari'ah. Pustaka Amani. Jakarta: 1998.
Muslich, shabir. MA. Drs. Riyadus Sholihin. Toha Putra. Semarang: 2004
Muhammad, Aunul Abied Shah. Tafsir Ayat-Ayat Gender. Google. Yahoo. Com

Subscribe to this Blog via Email :
Previous
Next Post »