Headline

Recent Posts

(SUSANTO SANTAWI) NIM : 20082299 SEMESTER VII (EKSEKUTIF) SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT) AL-KHAIRIYAH CILEGON

Kamis, 30 September 2010

SUSANTO SANTAWI

Pengertian pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang pembuatan makalah

Berawal dari diberikannya tugas maka dengan didasari sumber serta data yang ada maka terbentuklah makalah ini meskipun isinya sangat jauh dari taraf kesempurnaan yang diinginkan.

1.2. Latar belakang masalah

Dalam kehidupan suatu Negara sampai pada kelompok kecil berupa keluarga pendidikan memegang peranan penting untuk menjamin kelanggengan hidup bangsa, Negara dan masyarakat.Karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia.Oleh karena itu, masalah pendidikan merupakan kepentingan yang memperoleh prioritas utama sejak awal kehidupan manusia, bahkan Rosululloh sendiri telah mengisyratkan bahwa proses belajar bagi setiap insan adalah sejak ia masih dalam kandungan ibunya sampai ia mendekati liang kuburnya.

Sebagai agama yang mengutamakan pendidikan maka sepanjang kurun kehidupan manusia di tuntut untuk selalu belajar dan bisa mengembangkan apa yang telah ia dapat dari pendidikan tersebut.sehingga bisa bermanfaat di masa depan dalam kehidupannya.

Seiring dengan berjalannya waktu dan terus berkembangnya jaman maka dalam pendidikan pun dituntut untuk bisa mengikuti arus perkembangan dan pembangunan yang sesuai dangan jamannya. Di dalam makalah ini akan membahas sedikit tentang “Pendidikan yang relevan dengan Pembangunan”


BAB II
Pembahasan

2.1. Pengertian pendidikan

Pada umumnya setiap oarng merasa mengerti tentang apa pendidikan itu, akan tetapi apabila dipertanyakan lebih mendalam tentang pendidikan itu, baru ia akan menyadari bahwa pengetahuannya tentang pengetahuannya tentang pendidikan itu hanya samara-samar saja. Mengenai pengertian pendidikan itu sendiri pada dasarnya merupakan suatu perbuatan atau tindakan yang dilakukan dengan maksud agar anak atau orang yang di hadapi itu akan meningkat pengetahuannya, kemampuannya, akhlaknya, bahkan juga seluruh pribadinya.Jadi pada intinya pendidikan merupakan suatu tindakan yang bersifat positif guna mewujudkan perkembangan yang baik di masa depan.

Dalam kehidupan sehari-hari kita bisa mendapatkan penddikan melalui tiga macam pendidikan yaitu pendidikan formal, nonformal, dan informal.

2.1.1. Pendidikan Formal

Pendidikan formal ialah pendidikan yang dilakukan secara teratur dengan sadar dilakukan dan harus mengikuti peraturan – peraturan yang berlaku seperti SD, SLTP/MTs, SLTA/MA, sampai keperguruan tinggi.

Usaha – usaha dalam pendidikan formal dapat memberikan sumbangan dalam jangka panjang, bukan saja bagi produktivitas, akan tetapi juga bagi tujuan terkhir pembangunan seperti kualitas keluarga dan kehidupan masyarakat, serta memperkuat kebudayaan masyarakat.



2.1.2.Pendidikan Nonformal

Pendidikan non formal adalah pendidikan yang dilakukan secara teratur dengan sadar dilakukan tetapi tidak terlalu ketat dalam mengikuti peraturan – peraturan seperti yang biasa dilakukan di sekolah formal di sekolah. Karena pendidikan nonformal pada umumya dilaksanakan tidak dalam lingkungan fisik sekkolah, yang mana sasaran utamanya adalah masyarkat. Tujuan terpenting dari pendiddikan nonformal adalah program – program yang di tawarkan kepada masyarakat harus sejalan dan terintegrasi dengan program – program pembangunan yang di butuhkan oleh rakyat banyak, seperti adanya berbagai kursus-kursus, dalam kalangan kelurahan pun ada seperti tim penggerak PKK, dan lain sebagainya.

2.1.3. Pendidikan Informal

Pendidikan Informal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang berdasarkan pengalaman dalam hidup sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, didalam lingkungan keluarga, masyarakat, atau dalam lingkungan sehari-hari.Contohnya: Pengemudi becak, atau ibu rumah tangga dan lainnya yang pendidikannya hanya didapat dari pengalamannya.

Ketiga macam pendidikan tersebut adalah suatu pendidikan yang tidak lepas dari pengertian dan tujuan pendiidikan dalam menciptakan keutuhan manusia yang akan berkembang baik dari cara piker, rasa, karsa, jasmaniah, karya, cipta, budi atau nuraninya yang bisa merubah cara berpikir masa lampau menuju cara berpikir ke masa depan yang lebih baiik yang relevan dengan jamannya.




2.2. Negara dan Pendidikan

Negara adalah organsasi politik yang dibentuk oleh rakyat dalam pemerintahannya.Dan institusionalia atau kelompok orang – orang yang mewakili seluruh rakyat Negara tersebut, kekuasaan Negara itu antara lain mencakup:
 Mendirikan dan menjamin tegaknya pemerintahan
 Menentukan bentuk Negara (misalnya republik atau pemerintahan
 Mengurusi masalah keagamaan, kebudayaan dan pendidikan bagi segenap rakyat.

Mengapa Negara berkepentingan mengurusi masalah pendidikan bagi warga negaranya ? Sebab:
1. Faktor tumbuhnya demokrasi politik, dan
2. Kebutuhan akan warga Negara yang terididik yang diperlukan untuk memajukan bangsa dan Negara di era modern.

Oleh karena itu adanya sekolah – sekolah serta agen – agen pendidikan yang memberikan informasi ilmiah, pengalaman teknis, dan pendidikan kepada rakyat tersebut banyak di selenggarakan oleh pemerintah.

Sebab perkembangan suatu negara banyak di tentukan oleh kualitas pendidikan dan kualitas keahlian rakyatnya, karena itu perlu diadakan sistem sekolah dan pendidikan teratur, maju dan di tangani oleh negara.

Masyarakat Indonesia adalah Bhineka (majemuk dan pluralitas) karena itu negara bukanlah kekuasaan satu-satunya yang menyelenggarakan pendidikan bagi rakyat, partisipasi kekuatan sosial, pihak swasta, dan perorangan juga menyelenggarakan pendidikan, dengan memperhatikan faktor: persatuan, kesatuan, kenasionalan negara dan filsafah UUD 1945, supaya tidak akan terjadi liberlisme pendidikan. Oleh sebab itu, negara RI mengadakan ketentuan, peraturan perundang-undangan demi terciptanya dasar – dasar pendidikan dan pola umum edukasi, yang diharapkan mempunyai kewibawaan untuk membimbing agar tidak menyimpang dari asas serta tujuan negara Indonesia.

Banyak negarawan yang mengartikan pendidikan sebagai perlengkapan (instrumen) pokok bagi modernisasi, yaitu modernisasi di bidang politik, aspek sosial, dan sektor ekonomi.
 Bidang politik, pendidikan terutama di pakai untuk meningkatkan kesadaran politik, kesadaran bertanah air serta bernegara
 Aspek sosial, pendidikan di harapkan ikut mempertinggi kesejahteraan rakyat pada umumnya
 Sektor ekonomi, pendidikan di minta untuk menghasilkan tenaga termpil bagi sektor industri, perdagangan, manajemen dan pembangunan.

Pendidikan merupakan faktor politik dan kekuatan politik, sebab politik merupakan penyebab pertama dari semua kejadian yang berlangsung dari suatu wilayah negara. Identik dengan konsep ini kebijakan pendidikan, strategi pendidikan dan operasinalisasi pendidikan banyak di tentukan oleh kekuatan – kekuatan politik.

Dengan semaraknya pertumbuhan politik, demokrasi juga dijadikan prinsip pendidikan, norma pendidikan dan politik pendidikan. Prinsip demokratis tersebut menyebabkan adanya kemungkinan bahwa cita-cita, harapan, dan kebutuhan rakyat bisa diikut sertakan sebagai bahan baku untuk menunjukan kebijakan pendidikan. Sedangkan rakyat melalui perwakilannya di harapkan ikut memberikan guna penyusunan sistem pendidikan dan tujuan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan rakyat banyak serta sesuai kebutuhan negaranya.

Dengan demikian berarti antara negara dan pendidikan saling berpengaruh dan tidak bisa di pisahkan untuk kemajuan dan kesejahteraan negara.


2.3. Pengembangan pendidikan

Pada globalisasi dan dunia modern sekarang ini banyak mengalami perubahan dan perkembangan semakin cepat, pertambahan penduduk semakin cepat. Pertambahan kendaraan semakin cepat sekali dan bermacam – macam merk pun ada, hanphone dulunya termasuk barang mewah sekarang tidak lagi. Perubahan-perubahan tersebut membawa problem baru bagi seseorang atau suatu masyarakat.

Perubahan dan perkembangan yang cepat tersebut memerlukan penyesuaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap – sikap tertentu dari seseorang atau masyarakat yang menghadapi tantangan masalah dan hajat hidup baru. Masyarakat beberapa tahun lalu masih dapat hidup dengan mata pencaharian membuat priuk, belanga dan sebagainya dari tanah, tetapi dengan meningkatnya alat-alat keperluan dapur yang murah dari bahan – bahan alumunium dan plastik, maka sulit dipertahankan mata pencaharian membuat alat-alat dapur dari tanah. Manusia sekarang dituntut untuk lari cepat, secepat larinya perubahan dan perkembangan itu sendiri.

Pendidikan dan pembangunan juga dituntut untuk lari cepat, sehingga memungkinkan seseorang atau suatu masyarakat dan negara menyesuaikan secara berhasil dalam perubahan – perubahan dan perkembangn dunia yang akan datang. Ini berarti, bahwa pendidikan dalam pembangunan dituntut untuk mengemban tugas yang semakin kompleks sesuai dengan aneka ragam masalah dan hajat hidup sesorang, keluarga, masyarakat, nasional bahkan internasional. Di Indonesia misalnya, pendidikan juga dituntut untuk menstimulir masyarakat guna menjaga kelesatarian hutan mengikuti program keluarga berencana, dan sebagainya.




BAB III
KESIMPULAN

Uraian di atas mempertegas orientasi yang perlu di jadikan titik tolak untuk mengembangkan pendidikan yang relevan dengan pembangunan. Jadi dari orientasi tersebut dapat di tarik pemikiran-pemikiran dasar, bahwa bekal pendidikan yang berisi penambahan pengetahuan, keterampilan, dan nilai seta sikap haruslah di arahkan untuk:
1. Menambah konformitas seorang atau suatu masyarkat terhadap cita-cita atau program pembangunan. Dengan demikian nantinya tidak akan terlihat lagi seseorang atau suatu nasyarakat yang bangga dengan anak banyak, membuka hutan untuk peladangan yang semau gue dan sebagainya. Konformitas terhadap cita-cita dan program pembangunan merupakan ciri utama yang relevan dengan pembagunan.

2. Menambah kepekaan seseorang atau suatu masyarakat terhadap tantangan, persoalan dan hajat hidup diri, lingkungan dan bangsanya yang senantiasa berubah dan berkembang. Kepekaan tersebut merupakan syarat mutlak bagi penyesuaian diri yang berhasil bagi seseorang atau sesuatu masyarkat akan suatu perubahan dan perkembangan yang selalu terjadi.

3. Menambah kemampuan menyelesaikan tantangan persoalan dan hajat hidup dari seseorang atau suatu masyarakat sesuai dengan keadaan yang dihadapi. Untuk ini diperlukan kemampuan mengidentifikasi persoalan-persoalan, hambatan-hambatan dan sumber-sumber yang tersedia pada diri dan lingkungan seseorang atau sesuatu masyarakat. Di samping itu juga diperlukan kemampuan menganalisa dan mencari alternatif-alternatif pemecahan dalam setiap tantangan masalah dan hajat hidup diri, kini serta yang akan datang.


4. Mengembangkan sikap-sikap yang cocok untuk tuntutan hidup dan kehidupan kini, di sini dan akan datang seperti sikap-sikap : hemat, sederhana, disiplin, selalu berikhtiar, menghargai waktu, berorientasi pada masa depan, berusaha mengatasi alam, misalnya menggunakan payung bila hujan, percaya pada diri sendiri, bekerja untuk menaikkan prestasi, meminta upah atau bayaran bila telah selesai menunaikan tugas dan sebagainya.

Keempat arah dasar di atas merupakan ciri-ciri esensial dari corak manusia Indonesia yang dapat diharapkan memiliki rasa civic conciousness, community responsibility dan sesuai dengan kerangka acuan di atas dapat disebutkan sebagai manusia pembangunan yang relevan dengan pembangunan di Indonesia pada dasarnya adalah pendidikan yang benar-benar menyiapkan manusia pembangunan yang berpancasila.

Subscribe to this Blog via Email :
Previous
Next Post »