Headline

Recent Posts

(SUSANTO SANTAWI) NIM : 20082299 SEMESTER VII (EKSEKUTIF) SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT) AL-KHAIRIYAH CILEGON

Sabtu, 09 Juni 2012

SUSANTO SANTAWI

KURIKULUM DAN LANDASAN PENGEMBANGAN



KURIKULUM DAN LANDASAN PENGEMBANGAN
Kurikulum dapat diartikan sebagai sejumlah matapelajaran dan materi yang harus dikuasai peserta didik untuk memperoleh ijasah tertentu. Ada pengertian lain dari kurikulum diantaranya : kurikulum sebagai rencana kegiatan untuk menuntun pengajaran. Kurikulum juga diartikan sebagai dokumen tertulis untuk pendidikan selama di sekolah. Dalam rangka memenuhi fungsi sebagai pembentuk manusia Indonesia seutuhnya maka kurikulum sekolah perlu disusun dan diorganisir dan dikembangkan. Tujuan pendidikan, isi, bahan, metoda dan evaluasi hasil belajar dirancang menjadi suatu program kegiatan pendidikan berupa kurikulum. Kurikulum meliputi kurikulum formal dan kurikulum non-formal.
Ada tiga komponen utama yang di perlukan dalam pengembangan kurikulum. Komponen Tujuan, komponen ini merupakan arah/ sasaran yang hendak di capai dalam penyelenggaraan pendidikan. Komponen materi dan pengalaman belajar berkaitan dengan pernyataan apa yang akan di ajarkan agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar sehingga mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Komponen organisasi tersangkut dengan bagaimana materi pelajaran disusun atau diorganisasikan sehingga peserta didik secara lancar memperoleh pengalaman belajar yang relevan untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai. Komponen evaluasi sebagai komponen kurikulum untuk mendapatkan gambaran apakah program kegiatan pembelajaran yang dirancang mencapai tujuan yang telah ditetapakan.
Landasan pengembangan kurikulum mecakup 2 kegiatan yaitu penyusunan dan penyusunana suatu kurikulum dan penjabaran atau implementasi kurikulum dalam suatu proses belajar-mengajar. Sedangkan prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dlam pengembangan kurikulum meliputi prinsip relevansi, prinsip efisiensi dan prinsip kontinuitas. Selain itu pengembangan kurikulum juga harus memperhatikan prinsip fleksibelitas dan prinsip orientasi tujuan.
KONSEP PENGEMBANGAN KURIKULUM
Dalam perkembangan muncul berbagai konsep pengembangan kurikulum. Perkembangn kurikulum pada dasarnya terutama terletak pada masalah pendekatan belajarnya. Kurikulum rasional akademik. Ialah kurikulum yang pengembangannya mendasarkan disiplin ilmu secara sistematis dilakukan oleh para pemikir. Konsep ini sering disebut organisasi kurikulum berdasarkan subjek matter.
Kurikulum berbasis kompetensi adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai siswa, sistem penilaian, kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan sumber-sumber daya pendidikan dan pengembangan kurikulum. Dalam konsep ini hal-hal yang perlu dikembangkan adalah kompetensi lintasan kurikulum, komprtensi tamatan, kompetensi rumpun pelajaran, kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator hasil belajar.


· Prinsip-prinsip dalam pengembanga kurikulum :
· Keimanan, nilai dan budi pekerti luhur
· Penguatan integritas nasional
· Keseimbangan etika, estetika, logika dan kinestetika
· Kesamaan dalam memperoleh kesempatan
· Abad pengetahian dan teknologi informasi
· Pengembangan ketrampilah hidup
· Berpusat pada siswa dengan penilaian berkelanjutan dan komperhensif
· Pendekatan menyeluruh dan kemitraan
Pengembangan silabus dalam kurikulum harus memuat komponen-komponen sebagai berikut:
· Kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator
· Langkah-langkah pembelajaran
· Materi pelajaran yang memenuhi syarat
· Sarana dan sumber belajar
· Penilaian.


PENGEMBANGAN KURIKULUM DAN PELAJARAN
Pengembangan pembelajaran adalah cara yang sistematis dalam mengidentifikasi, mengembangkan dan mengevaluasi seperangkat bahan dan strategi pembelajaran. Dalam hal ini dikembangkan dalam model pembelajaran.
1. Model PPSI
Prosedur pengembangan sistem pelajaran merupakan perwujudan dari penerapan pendekatan sistem ke dalam sistem pendidikan kita. Pengembangan PPSI mempunyai 5 langkah pokok. Yakni merumuskan tujuan pembelajaran khusus, menyusun alat evaluasi, menentukan kegiatan belajar mengajar, merencanakan program kegiatan belajar mengajar, dan melaksanakan program-program belajar mengajar.
2. Model Gerlach dan Ely
Pengembangan model ini ada 10 langkah meliputi perumusan tujuan pembelajaran secara spesifik, pemilihan materi dan perumusan isi pembelajaran, penilaian perilaku awal siswa, penentuan strategi yang dipergunakan oleh guru, pengorganisasian para siswa dalam kelompok, pengadaan waktu, penyediaan ruang belajar, penyediaan sumberbelajar yang tepat, penilaian ketrampilan siswa dan penganalisisan umpan balik.
3. Model Bela H.Banathy
Model ini ditujukan bagi para pengembang sistem pembelajaran. Langkahnya meliputi merumuskan tujuan pembelajaran khusus, mengembangkan tesd berdasarkan tujuan yang dikehendaki, menganalisis dan merumuskan kegiatan belajar, merancang sistem pembelajaran, melaksanakan dan mengiplementasikan dan mengontrol kualitas hasil, serta mengadakan perbaiakan berdasrkan hasil-hasil yang diperoleh.
4. Model Jerold E.Kemp
Model ini meliputi delapan langakah sebagai berikut : merumuskan tujuan pembelajaran umum, menganalisis karakteristik siswa, merumuskan tujuan pembelajaran khusus, menentuakan bahan pelajaran, menentukan pretes, menentukan strategi belajar mengajar dan sumber belajar, mengkoordinasi sarana penunjang yang diperlukan, mengadakan evaluasi.
5. Model IDI
Pengembangan pembelajaran model ini terdiri dari 3 tahapan utama yaitu merumuskan (devine), mengembangkan (develope) dan menilai (evaluate) tetapi keseluruhan ada 9 fungsi. Yakni identifikasi masalah, menganalisis keadaan, mengatur pengelolaan berbagai tugas, mengidentifikasi tujuan pembelajarn, menentukan metode pembelajaran, menyusun prototipe program pembelajaran, mengadakan uji coba prototipe program, menganalisis hasil uji coba, dan terakhit tahap pelaksanaan atau implementasi.

Subscribe to this Blog via Email :
Previous
Next Post »